Yoshikatsu Kawaguchi, Kiper Jepang Pembuka Tabir Prestasi dari J.League

1 Maret 2021, 21:25 WIB
Penulis: Estu Santoso
Editor: Estu Santoso
Mantan Kiper Timnas Jepang, Yoshikatsu Kawaguchi, saat bermain bersama Jubilo Iwata di J.League. /(© J.LEAGUE - all rights reserved)

SKOR.id - Yoshikatsu Kawaguchi adalah salah satu kiper kebanggaan J.League yang pembuat timnas Jepang minim kebobolan pada debut mereka di Piala Dunia 1998.

Namun dua tahun sebelum itu, kegemilangan Yoshikatsu Kawaguchi dimulai saat tampil di Olimpiade 1994 Atalanta.

Kala itu, Jepang menang 1-0 atas Brasil dan Yoshikatsu Kawaguchi salah satu pemain yang tampil cemerlang. Walau selanjutnya, Jepang tak lolos fase penyisihan.

Pada Piala Dunia 1998, timnas Jepang mengakhiri turnamen sebagai juru kunci fase grup dan tak pernah menang. Tetapi, mereka hanya kemasukan empat kali dari tiga laga.

Timnas Jepang hanya kebobolan sekali saat bersua Argentina dan Kroasia. Seperti diketahui, dua negara itu pada Piala Dunia 1998 adalah tim dengan lini serang mumpuni.

Laga pamungkas Grup H, timnas Jepang kalah dari Jamaika dan gawang Yoshikatsu Kawaguchi kemasukan dua kali.

Namun jika dibandingkan Jamaika yang mengalahkan mereka, tim tersebut sebelumnya kebobolan delapan kali, tiga oleh Kroasia dan lima dari Argentina.

Yoshikatsu Kawaguchi juga menjadi aktor penting timnas Jepang saat menjadi runner-up Piala Konfederasi 2001.

Hanya saja, perjalanan karier Yoshikatsu Kawaguchi cukup memukau sebagai penjaga gawang.

Lulus sekolah menengah atas, dia lalu gabung Yokohama Marinos dan juga masih membela klub itu saat berganti nama menjadi Yokohama F.Marinos.

Bersama klub itu, dia sukses menjadi bagian skuad juara J1 League musim 1995 dan 2000. Bahkan pada 1995, Yoshikatsu Kawaguchi dinobatkan sebagai Rookie of the Year.

Mendapat penghargaan sebagai pendatang muda terbaik, karena Yoshikatsu Kawaguchi memainkan 41 laga di kasta teratas Liga Jepang musim 1995 dan Yokohama Marinos jadi juara.

Konsistensinya di JLeague dan timnas Jepang pada akhir 1990-an sampai awal 2000-an membuat Yoshikatsu Kawaguchi jadi incaran klub Eropa.

Mantan Kiper Timnas Jepang, Yoshikatsu Kawaguchi, saat bermain bersama Jubilo Iwata di J.League.
Mantan Kiper Timnas Jepang, Yoshikatsu Kawaguchi, saat bermain bersama Jubilo Iwata di J.League. (© J.LEAGUE - all rights reserved)

Portsmouth pun merekrutnya dan dia jadi bagian The Pompey saat promosi ke kasta teratas Liga Inggris atau Premier League musim 2001-2002.

Tak maksimal di Inggris, Nordsjælland dari Liga Denmark lalu menampungnya dan hal sama juga dialaminya. Yoshikatsu Kawaguchi minim main juga untuk klub barunya ini.

Meski di dua negara Eropa itu kariernya biasa-biasa saja, Yoshikatsu Kawaguchi tetap dipercaya membela timnas Jepang sebagai kiper utama.

Dua trofi juara beruntun Piala Asia edisi 2000 dan 2004 milik timnas Jepang juga ada kontribusi Yoshikatsu Kawaguchi.

Selain edisi 1998, Yoshikatsu Kawaguchi juga terpilih masuk pengisi skuad timnas Jepang untuk tiga Piala Dunia lain yaitu 2002, 2006, dan 2010.

Dua momen penting bagi Kawaguchi yang membuatnya jadi penjaga gawang yang terkenal, saat melakukan dua penyelamatan dalam adu penalti.

Pertama, dia melakukan saat timnas Jepang menghadapi Yordania di perempat final Piala Asia 2004.

Kedua, dia menyelamatkan bola dari sepakan pemain Kroasia, Darijo Srna di Piala Dunia 2006.

Mulai musim 2006, Yoshikatsu Kawaguchi terpilih sebagai kapten skuad Samurai Biru.

Nasib berbeda 2 pemain Thailand di J.League pekan pertama: Chanathip berhasil cetak gol dan berpesta, Theerathon harus...Dikirim oleh Skor Indonesia pada Minggu, 28 Februari 2021

Setahun sebelum jadi kapten timnas Jepang, Yoshikatsu Kawaguchi pulang kampung dari Eropa dan gabung Jubilo Iwata dari J1 League dan bertahan sampai 2013.

Jika sebelumnya dia membela Yokohama Marinos maupun Yokohama F.Marinos selama delapan musim, Jubilo Iwata memakai jasa Yoshikatsu Kawaguchi selama sembilan tahun.

Musim 2014 dan 2015, Yoshikatsu Kawaguchi gabung klub J2 League FC Gifu dan pada tahun pertama saat hampir kepala empat masih jadi andalan.

Tiga tahun sebelum memutuskan pensiun per 2018, Yoshikatsu Kawaguchi rela turun kasta sampai J3 League dengan membela SC Sagamihara.

Pertengahan November 2018, Yoshikatsu Kawaguchi memutuskan gantung sepatu dengan mengucapkan janji akan melatih kiper-kiper muda Jepang dengan "sempurna".

Yoshikatsu Kawaguchi juga mengatakan, dia merasa tidak menyesal atas keputusannya untuk pensiun pada usia 43 tahun.

Sebab, dia berencana membantu para pelatih untuk menghasilkan pemain dengan penampilan yang "sempurna" di panggung internasional.

"Saya memutuskan untuk pensiun setelah saya merasa kuat bahwa saya ingin memberikan kontribusi dengan cara yang berbeda ke pemain muda," kata Yoshikatsu Kawaguchi.

"Cita-cita saya ingin membuat kualitas pemain lebih meningkat begitu juga sepak bola Jepang," tutur Yoshikatsu Kawaguchi pada konferensi pers di Sagamihara, dekat Tokyo, Rabu (14/11/2018).

Ikuti juga InstagramFacebook, dan Twitter dari Skor Indonesia.

Berita J.League Lainnya:

Sejarah Pemain Indonesia yang Pernah Bermain di J.League, dari Ricky Yacobi sampai Irfan Bachdim

Profil Lengkap Semua Klub Meiji Yasuda J1 League 2021

  • Sumber: Kyodo News
  • Tag

    Video

    Komentar

    Berita Terkait

    Bola Internasional

    Selasa, 23 Februari 2021

    Aturan Pemain Asing J.League: Ada Regulasi Khusus yang Untungkan Indonesia

    Kompetisi Liga Jepang alias J.League mempunyai aturan yang bisa menguntungkan para pemain asal Indonesia.

    Bola Internasional

    Rabu, 24 Februari 2021

    VIDEO: Gol Terakhir Shinji Kagawa di J.League sebelum Melanglang Eropa

    Berikut ini adalah gol terakhir Shinji Kagawa di J.League sebelum melanglang Eropa.

    Bola Internasional

    Rabu, 24 Februari 2021

    VIDEO: Melihat Kembali Semua Gol David Villa di J.League

    Berikut ini adalah video rentetan semua gol David Villa selama bermain di J.League bersama Vissel Kobe.

    Bola Internasional

    Kamis, 25 Februari 2021

    Tak Ada Degradasi Musim Lalu Justru Buat Tim-Tim J.League Berkembang

    Pelatih Yokohama F. Marinos, Ange Postecoglou, melihat sisi positif dari tak adanya degradasi musim lalu.

    Terbaru

    Liga Champions

    Selasa, 13 April 2021

    VIDEO: Thomas Tuchel Klaim Chelsea Tim Tangguh untuk Dilawan

    Video cuplikan wawancara Thomas Tuchel sebelum pertandingan antara Chelsea menghadapi FC Porto.

    Liga Champions

    Selasa, 13 April 2021

    VIDEO: Totalitas Pelatih Bayern Munchen untuk Lolos ke Semifinal Liga Champions

    Cuplikan wawancara Hansi Flick menjelang laga Bayern Munchen menghadapi PSG di Liga Champions.

    Liga Champions

    Selasa, 13 April 2021

    VIDEO: Persiapan Real Madrid Jelang Laga Kontra Liverpool

    Berikut ini merupakan cuplikan video persiapan Real Madrid menjelang pertandingan kontra Liverpool.

    Liga Inggris

    Selasa, 13 April 2021

    VIDEO: Solskjaer Beberkan Alasan Edinson Cavani Layak di Manchester United

    Berikut ini merupakan video penjelasan pelatih Ole Gunnar Solskjaer mengenai alasan Edinson Cavani yang layak di Manchester United.

    Bola Internasional

    Selasa, 13 April 2021

    5 Momen Comeback Bayern Munchen di Ajang Eropa

    Beberapa momen comeback yang pernah dicatatkan Bayern Munchen di ajang Eropa.

    Bola Internasional

    Selasa, 13 April 2021

    VIDEO: Seluruh Gol di Pekan Ke-9 Meiji Yasuda J1 League

    Berikut merupakan video keseluruhan gol di Meiji Yasuda J1 League di pekan kesembilan.

    Liga Spanyol

    Selasa, 13 April 2021

    Kalahkan Real Madrid, Barcelona Jadi Klub Paling Berharga di Dunia

    Barcelona saat ini menjadi klub yang paling berharga di dunia versi Forbes.

    Liga Inggris

    Selasa, 13 April 2021

    Thiago Alcantara Memuji Kinerja Fabinho saat Reposisi di Liverpool

    Gelandang Liverpool, Thiago Alcantara, terkesan dengan penampilan Fabinho yang berposisi sebagai bek tengah.

    Liga Italia

    Selasa, 13 April 2021

    Meski Dikartu Merah, Zlatan Ibrahimovic Tetap Bisa Lolos dari Hukuman

    Pengacara AC Milan, Leandro Cantamessa, menyebut penyerang Zlatan Ibrahimovic bisa lolos dari hukuman kartu merah usai ajukan banding.

    Liga Inggris

    Selasa, 13 April 2021

    Legenda Tottenham Hotspur: Harry Kane Punya Kuasa Penuh soal Masa Depannya

    Harry Kane diyakini memegang kuasa penuh atas masa depannya di Tottenham Hotspur.
    X